Ini pikiran random saya ketika saya naik ojol, tiba-tiba mikir kenapa ya saya sebagai cewek doyan makanan pedes? Apakah itu bentuk kemasokisan kolektif? (sorry dark thought) Banyak yang bilang cewek kalau lagi stress pasti makan seblak.. well itu ga salah, dalam kasus ku, aku suka memanjakan stress ku dengan bakso yang sambelnya tumpah ruah, rujak yang cabainya 5, mie ayam juga wajib agak merah kuahnya. Pick your fighters. Tapi jujur ya, ini fenomena rasanya ada di negara tropis juga gak sih? Seperti halnya negara tetangga, Thailand terkenal dengan makanan kaya tom yum, som tum, pad thai. India punya kari, chicken masala, tandoori. Malaysia tetangga kita juga sama sukanya dengan makanan pedes. Di banyak bagian dunia, terutama Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin, makanan pedes itu lumrah. Aneh kan, padahal cuaca di negara kita ini panas, kenapa cari makanan yang bikin keringetan? Setelah aku ngubek internet, jawabannya ternyata gak sesederhana “karena lid...
Selasa lalu 11 Agustus, aku dan suami menonton film The Last House. Sebelumnya kami memahami filmnya tentang apa dari trailer nya. Filmnya bercerita tentang suatu musibah di muka bumi yang bikin semua rumah terkunci, layaknya pembatasan social ketika COVID, semua orang gak bisa kemana-mana. Tentunya ceritanya ga cuma tentang itu, ada juga monster yang siap menjadi klimaks cerita. Aku rasa filmnya bagus dan aku tidak terlalu memperhatikan plot hole, hanya ingin menikmati cerita. Kisah apik tentang kekuatan keluarga, kehangatan orang tua dan bonding orangtua anak. Sepanjang nonton ada beberapa teladan yang perlu aku pelajari sebagai seorang istri: 1) Ketika tahu suaminya membeli senjata tanpa koordinasi dulu dengan isterinya, si istri langsung bertanya, “kenapa kamu melakukan itu?” Suaminya menjawab “karena beberapa malam aku bermimpi buruk dan di mimpi itu aku ga ngerasa aman.” Respon istri mendengar dalih dari suami ini sangat penting, istri menimpali “Apakah kamu sekarang merasa a...